PERSIMPANGAN

Oleh : Tira Khoerunisa

Di penghujung sabtu menuju minggu yang sendu

Aku disini di temani rehatku

Akrab bermonolog dengan lain diriku

Nurani dan nafsu memang dua hal yang tak bisa bersatu

                Di tengah persimpangan aku kadang

                Dihadapkan dua pilihan yang bertentang

Ego yang memaksa di akui

Sisi hati kelimpungan mencari arti jadi diri

Nafsuku meminta di maklumi

Tapi jiwa hampir mati ini selalu butuh di ilhami

     Nafsuku jauh terbang melayang

Ke kampung halaman ku rindukan

Suasana rumah dan hiruk pikuk cintanya

Membuatku buta berfikir nyata

Logikapun turut bercengkrama

Sesuatu yang tak selamanya

Tak usah dipikirkan terlalu lama

Hidup ini haruslah seimbang

Akhirat wajib di utamakan

Dunia bisa disampingkan

                Teringat kembali pada doa bundaku sayang

Sejauh apapun kita bertualang

Semoga syurga jadi tempat kita kembali pulang

Tersadar pada petuah ayahku yang bijak

Jihadlah untuk agama agar dimanapun berada

Kamu adalah berkah san mamfaat untuk umat

Juga wejangan para ustad yang hebat

Jadi ingatan tatkala hidup terasa berat

Amaliah surga penuh dengan malas dan penat

Neraka didapat dengan lalai dan nikmat sesaat

Naluriku bicara jauh dari keluarga memang sesak didada

Tapi jauh dari ilmu dan petunjuknya adalah petaka

Membawa nama santri tidaklah mudah

Perlu istiqomah dan lelah yang tabah

Belum lagi dengan perjuangannya yang berdarah darah

Cukup lillah yang buat semua nyah jadi mudah

                Tetaplah menjadi yang tegar dan tenang

                Kokoh bertahan untuk masa depan yang panjang

Pikirkan ini ketika letih

Ingat selalu ketika rapuh

Tak ada kubur yang terang

Apalagi alam masyar yang nyaman

Sirotol mustaqim yang menjamin

Dan neraka yang dingin

                Menuntu ilmu di ma’had adalah jihad

Sempurnakan aqidah semoga kita dapat

Ya robbi jadikalnlah mudah jalan kita

Menuju jannah yang damba

Tak ada lelah lapar dan kantuk sia sia

Karena ini semua akan di ganjar pahala

                Mumpung muda mudi penuh dengan energi

Mau apa kalau tidak mengaji ?

Jadilah santri mandiri

Alim dan penuh dedikasi tinggi

Sabar, syukur, dan berbahagialah jiawa-jiwa beruntung

Dimana engkau bingung sang ustad siap menolong

Dimana gundah rekan sejawat tak kian memberi petuah

Terlunta-lunta dan buta ilmu jangan ada di kamus kita

                Istirahatlah jangan kalah

Kelimpungan rindu tak seberapa untukmu

Karena ayah ibu juga sedang menunggu

Hasil hebat dan anak nyah yang kuat

Dan pada akhirnyah

Nuranilah yang harus menang

Iman islam kita kuatkan

Kebutuhan kita perjuangkan

                Butuh bisa mengkaji al-qur’an dan hadist

                Butuh akidah yang kuat dan ilmu mamfaat

                Juga akhlakul karimah dan amal shaleh yang tak rehat

                Utamanyah dengan allah selalu kita ingat

Ahk… hari sudah malam

Sunyi ini berkesan penuh renungan

Senja dirumah memang hangat dan menenangkan

Tapi gerimis disini penuh dengan rasa syukur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *